Ilmu pelet pengasihan sakti mandra guna

Senin, 13 Oktober 2014

Adab Saat Malam Pertama Dan Bersenggama

Malam Pertama Dan Adab Bersenggama

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Saat pertama kali pengantin pria menemui isterinya setelah aqad nikah, dianjurkan melakukan beberapa hal, sebagai berikut:

Pertama: Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendo�akan baginya. Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda: yang artinya : �Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah �basmalah� serta do�akanlah dengan do�a berkah seraya mengucapkan: �Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.�� [1]

Kedua: Hendaknya ia mengerjakan shalat sunnah dua raka�at bersama isterinya.

Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata: �Hal itu telah ada sandarannya dari ulama Salaf (Shahabat dan Tabi�in).

1. Hadits dari Abu Sa�id maula (budak yang telah dimerdekakan) Abu Usaid.
Ia berkata: �Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, di antaranya �Abdullah bin Mas�ud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu �anhum. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata: �Kamulah (Abu Sa�id) yang berhak!� Ia (Abu Dzarr) berkata: �Apakah benar demikian?� �Benar!� jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku, �Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua raka�at. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua�!��[2]

2. Hadits dari Abu Waail.
Ia berkata, �Seseorang datang kepada �Abdullah bin Mas�ud radhiyallaahu �anhu, lalu ia berkata, �Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.� �Abdullah bin Mas�ud berkata, �Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua raka�at di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdo�alah):

�Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.� [3]

Ketiga: Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Misalnya dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya.

Hal ini berdasarkan hadits Asma� binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu �anha, ia berkata: �Saya merias �Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada �Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping �Aisyah. Ketika itu Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada �Aisyah. Tetapi �Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.� �Asma binti Yazid berkata: �Aku menegur �Aisyah dan berkata kepadanya, �Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam!� Akhirnya �Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.� [4]

Keempat: Berdo�a sebelum jima� (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca do�a:

�Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.�

Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda: �Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.� [5]

Kelima: Suami boleh menggauli isterinya dengan cara bagaimana pun yang disukainya asalkan pada kemaluannya.

Allah Ta�ala berfirman:

�Artinya : Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangi-lah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.� [Al-Baqarah : 223]

Ibnu �Abbas radhiyallaahu �anhuma berkata, �Pernah suatu ketika �Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu �anhu datang kepada Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam, lalu ia berkata, �Wahai Rasulullah, celaka saya.� Beliau bertanya, �Apa yang membuatmu celaka?� �Umar menjawab, �Saya membalikkan pelana saya tadi malam.� [6] Dan beliau shallallaahu �alaihi wa sallam tidak memberikan komentar apa pun, hingga turunlah ayat kepada beliau:

�Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai�� [Al-Baqarah : 223]

Lalu Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda:

�Setubuhilah isterimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi hindarilah (jangan engkau menyetubuhinya) di dubur dan ketika sedang haidh�. [7]

Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam:

�Silahkan menggaulinya dari arah depan atau dari belakang asalkan pada kemaluannya�.[8]

Seorang Suami Dianjurkan Mencampuri Isterinya Kapan Waktu Saja
� Apabila suami telah melepaskan hajat biologisnya, janganlah ia tergesa-gesa bangkit hingga isterinya melepaskan hajatnya juga. Sebab dengan cara seperti itu terbukti dapat melanggengkan keharmonisan dan kasih sayang antara keduanya. Apabila suami mampu dan ingin mengulangi jima� sekali lagi, maka hendaknya ia berwudhu� terlebih dahulu.

Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda:

�Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu� terlebih dahulu.� [9]

� Yang afdhal (lebih utama) adalah mandi terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Rafi� radhi-yallaahu �anhu bahwasanya Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam pernah menggilir isteri-isterinya dalam satu malam. Beliau mandi di rumah fulanah dan rumah fulanah. Abu Rafi� berkata, �Wahai Rasulullah, mengapa tidak dengan sekali mandi saja?� Beliau menjawab.

�Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci.� [10]

� Seorang suami dibolehkan jima� (mencampuri) isterinya kapan waktu saja yang ia kehendaki; pagi, siang, atau malam. Bahkan, apabila seorang suami melihat wanita yang mengagumkannya, hendaknya ia mendatangi isterinya. Hal ini berdasarkan riwayat bahwasanya Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam melihat wanita yang mengagumkan beliau. Kemudian beliau mendatangi isterinya -yaitu Zainab radhiyallaahu �anha- yang sedang membuat adonan roti. Lalu beliau melakukan hajatnya (berjima� dengan isterinya). Kemu-dian beliau bersabda,

�Sesungguhnya wanita itu menghadap dalam rupa syaitan dan membelakangi dalam rupa syaitan. [11] Maka, apabila seseorang dari kalian melihat seorang wanita (yang mengagumkan), hendaklah ia mendatangi isterinya. Karena yang demikian itu dapat menolak apa yang ada di dalam hatinya.� [12]

Imam an-Nawawi rahimahullaah berkata : � Dianjurkan bagi siapa yang melihat wanita hingga syahwatnya tergerak agar segera mendatangi isterinya - atau budak perempuan yang dimilikinya -kemudian menggaulinya untuk meredakan syahwatnya juga agar jiwanya menjadi tenang.� [13]

Akan tetapi, ketahuilah saudara yang budiman, bahwasanya menahan pandangan itu wajib hukumnya, karena hadits tersebut berkenaan dan berlaku untuk pandangan secara tiba-tiba.

Allah Ta�ala berfirman:

��Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat� .[An-Nuur : 30]

Dari Abu Buraidah, dari ayahnya radhiyallaahu �anhu, ia berkata, �Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam ber-sabda kepada �Ali.

�Wahai �Ali, janganlah engkau mengikuti satu pandangan pandangan lainnya karena yang pertama untukmu dan yang kedua bukan untukmu�. [14]

� Haram menyetubuhi isteri pada duburnya dan haram menyetubuhi isteri ketika ia sedang haidh/ nifas.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta�ala:

�Artinya : Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haidh. Katakanlah, �Itu adalah sesuatu yang kotor.� Karena itu jauhilah [15] isteri pada waktu haidh; dan janganlah kamu dekati sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.� [Al-Baqarah : 222]

Juga sabda Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam:

�Barangsiapa yang menggauli isterinya yang sedang haidh, atau menggaulinya pada duburnya, atau mendatangi dukun, maka ia telah kafir terhadap ajaran yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallaahu �alaihi wa sallam.� [16]

Juga sabda beliau shallallaahu �alaihi wa sallam:

�Dilaknat orang yang menyetubuhi isterinya pada duburnya.� [17]

� Kaffarat bagi suami yang menggauli isterinya yang sedang haidh.
Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata, �Barangsiapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya lalu menyetubuhi isterinya yang sedang haidh sebelum suci dari haidhnya, maka ia harus bershadaqah dengan setengah pound emas Inggris, kurang lebihnya atau seperempatnya. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu �Abbas radhiyallaahu �anhu dari Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam tentang orang yang menggauli isterinya yang sedang haidh. Lalu Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda.

�Hendaklah ia bershadaqah dengan satu dinar atau setengah dinar.��[18]

� Apabila seorang suami ingin bercumbu dengan isterinya yang sedang haidh, ia boleh bercumbu dengannya selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam.

�Lakukanlah apa saja kecuali nikah (jima�/ bersetubuh).� [19]

� Apabila suami atau isteri ingin makan atau tidur setelah jima� (bercampur), hendaklah ia mencuci kemaluannya dan berwudhu� terlebih dahulu, serta mencuci kedua tangannya. Hal ini berdasarkan hadits dari �Aisyah radhiyallaahu �anha bahwasanya Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda,

�Apabila beliau hendak tidur dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu� seperti wudhu� untuk shalat. Dan apabila beliau hendak makan atau minum dalam keadaan junub, maka beliau mencuci kedua tangannya kemudian beliau makan dan minum.� [20]

Dari �Aisyah radhiyallaahu �anha, ia berkata,

�Apabila Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam hendak tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu� (seperti wudhu�) untuk shalat.� [21]

� Sebaiknya tidak bersenggama dalam keadaan sangat lapar atau dalam keadaan sangat kenyang, karena dapat membahayakan kesehatan.

� Suami isteri dibolehkan mandi bersama dalam satu tempat, dan suami isteri dibolehkan saling melihat aurat masing-masing.

Adapun riwayat dari �Aisyah yang mengatakan bahwa �Aisyah tidak pernah melihat aurat Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam adalah riwayat yang bathil, karena di dalam sanadnya ada seorang pendusta. [22]

� Haram hukumnya menyebarkan rahasia rumah tangga dan hubungan suami isteri.

Setiap suami maupun isteri dilarang menyebarkan rahasia rumah tangga dan rahasia ranjang mereka. Hal ini dilarang oleh Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam. Bahkan, orang yang menyebarkan rahasia hubungan suami isteri adalah orang yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah.
Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda:

�Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya kemudian ia menyebarkan rahasia isterinya.� [23]

Dalam hadits lain yang shahih, disebutkan bahwa Rasulullah shallallaahu �alaihi wa sallam bersabda, �Jangan kalian lakukan (menceritakan hubungan suami isteri). Perumpamaannya seperti syaitan laki-laki yang berjumpa dengan syaitan perempuan di jalan lalu ia menyetubuhinya (di tengah jalan) dilihat oleh orang banyak�� [24]

Syaikh Muhammad bin Shalih al-�Utsaimin rahimahullaah berkata, �Apa yang dilakukan sebagian wanita berupa membeberkan maslah rumah tangga dan kehidupan suami isteri kepada karib kerabat atau kawan adalah perkara yang diharamkan. Tidak halal seorang isteri menyebarkan rahasia rumah tangga atau keadaannya bersama suaminya kepada seseorang.
Allah Ta�ala berfirman:

�Artinya : �Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).� [An-Nisaa� : 34]

Nabi shallallaahu �alaihi wa sallam mengabarkan bahwa manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang bersenggama dengan isterinya dan wanita yang bersenggama dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasia pasangannya�. [25]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa�dah 1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2160), Ibnu Majah (no. 1918), al-Hakim (II/185) dan ia menshahihkannya, juga al-Baihaqi (VII/148), dari �Abdullah bin �Amr radhiyallaahu �anhuma. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 92-93)
[2]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (X/159, no. 30230 dan �Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191-192). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 94-97), cet. Darus Salam, th. 1423 H.
[3]. Diriwayatkan oleh �Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (VI/191, no. 10460, 10461).
[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/438, 452, 453, 458). Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 91-92), cet. Darus Salam, th. 1423 H.
[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 141, 3271, 3283, 5165), Muslim (no. 1434), Abu Dawud (no. 2161), at-Tirmidzi (no. 1092), ad-Darimi (II/145), Ibnu Majah (no. 1919), an-Nasa-i dalam �Isyratun Nisaa� (no. 144, 145), Ahmad (I/216, 217, 220, 243, 283, 286) dan lainnya, dari �Abdullah bin �Abbas radhiyallaahu �anhuma.
[6]. Pelana adalah kata kiasan untuk isteri. Yang dimaksud �Umar bin al-Khaththab adalah menyetubuhi isteri pada kemaluannya tetapi dari arah belakang. Hal ini karena menurut kebiasaan, suami yang menyetubuhi isterinya berada di atas, yaitu menunggangi isterinya dari arah depan. Jadi, karena �Umar menunggangi isterinya dari arah belakang, maka dia menggunakan kiasan �membalik pelana�. (Lihat an-Nihayah fii Ghariibil Hadiits (II/209))
[7]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/297), an-Nasa-i dalam �Isyratun Nisaa� (no. 91) dan dalam Tafsiir an-Nasa-i (I/256, no. 60), at-Tirmidzi (no. 2980), Ibnu Hibban (no. 1721-al-Mawarid) dan (no. 4190-Ta�liiqatul Hisaan �ala Shahiih Ibni Hibban), ath-Thabrani dalam Mu�jamul Kabir (no. 12317) dan al-Baihaqi (VII/198). At-Tirmidzi berkata, �Hadits ini hasan.� Hadits ini dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat-hul Baari (VIII/291).
[8]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thahawi dalam Syarah Ma�anil Aatsaar (III/41) dan al-Baihaqi (VII/195). Asalnya hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 4528), Muslim (no. 1435) dan lainnya, dari Jabir bin �Abdillah radhiyallaahu �anhuma. Lihat al-Insyirah fii Adabin Nikah (hal. 4 8) oleh Abu Ishaq al-Huwaini.
[9]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28), dari Shahabat Abu Sa�id al-Khudri radhiyallaahu �anhu.
[10]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 219), an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa� (no. 149), dan yang lainnya. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (no. 216) dan Adabuz Zifaf (hal. 107-108).
[11]. Maksudnya isyarat dalam mengajak kepada hawa nafsu.
[12]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1403), at-Tirmidzi (no. 1158), Adu Dawud (no. 2151), al-Baihaqi (VII/90), Ahmad (III/330, 341, 348, 395) dan lafazh ini miliknya, dari Shahabat Jabir bin �Abdillah radhiyallaahu �anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (I/470-471).
[13]. Syarah Shahiih Muslim (IX/178).
[14]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2777) dan Abu Dawud (no. 2149).
[15]. Jangan bercampur dengan isteri pada waktu haidh.
[16]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3904), at-Tirmidzi (no. 135), Ibnu Majah (no. 639), ad-Darimi (I/259), Ahmad (II/408, 476), al-Baihaqi (VII/198), an-Nasa-i dalam �Isyratun Nisaa� (no. 130, 131), dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu �anhu.
[17]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari �Uqbah bin �Amr dan dikuatkan dengan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2162) dan Ahmad (II/444 dan 479). Lihat Adaabuz Zifaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal. 105).
[18]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 264), an-Nasa-i (I/153), at-Tirmidzi (no. 136), Ibnu Majah (no. 640), Ahmad (I/172), dishahihkan oleh al-Hakim (I/172) dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 122)
[19]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 302), Abu Dawud (no. 257), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu �anhu. Lihat Adabuz Zifaf (hal. 123).
[20]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 222, 223), an-Nasa-i (I/139), Ibnu Majah (no. 584, 593) dan Ahmad (VI/102-103, dari �Aisyah radhiyallaahu �anha. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 390) dan Shahiihul Jaami� (no. 4659).
[21]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 288), Muslim (no. 306 (25)), Abu Dawud (no. 221), an-Nasa-i (I/140). Lihat Shahiihul Jaami� (no. 4660).
[22]. Lihat Adabuz Zifaf hal. 109.
[23]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (no. 17732), Muslim (no. 1437), Abu Dawud (no. 4870), Ahmad (III/69) dan lainnya. Hadits ini ada kelemahannya karena dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah bernama �Umar bin Hamzah al-�Amry. Rawi ini dilemahkan oleh Yahya bin Ma�in dan an-Nasa-i. Imam Ahmad berkata tentangnya, �Hadits-haditsnya munkar.� Lihat kitab Mizanul I�tidal (III/192), juga Adabuz Zifaf (hal. 142). Makna hadits ini semakna dengan hadits-hadits lain yang shahih yang melarang menceritakan rahasia hubungan suami isteri.
[24]. Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/456-457).
[25]. Fataawaa al-Islaamiyyah (III/211-212).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Label

agar banyak pembeli Agar pria menarik dimata wanita aji pengasihan semar melaku Ajian pengasihan semar putih Ajian arjuna celor Ajian ilmu puter giling Ajian jaran goyang ajian macan putih Ajian pelet Ajian pengasihan arjuna combong ajian pengasihan semar kuning Ajian pengasihan semar nangis Ajian semar mesem Amalan Amalan ayat 15 Amalan doa pengasihan Amalan jarak jauh Amalan jodoh Amalan mahabbah Amalan nikah Amalan pengasihan Amalan pengasihan agar disukai wanita Amalan pengasihan asmara pendangan pertama Amalan pengasihan Ayat 15 Amalan pengasihan nabi yusuf Amalan pengasihan paling mustajab nabi yusuf Amalan pengasihan tingkat tinggi Amalan rejeki bulu perindu Cara melihat mahkluk halus Cara membuka mata batin Cara memelet wanita Cara memelet wanita dengan semar mesem cara memikat hati wanita dengan bulu perindu Cara memikat wanita Cara memikat wanita dengan bulu perindu Cara menaklukan wanita Cara menangkal ilmu pelet Cara menggunakan Cara mengilangkan ilmu pelet Cara pelet wanita Cara pelet wanita memakai rambut berserta foto Cepet nikah ciri terkena pelet Ciri terkena pelet cinta Ciri-ciri orang terkena pelet Dagang cepat laku terjual Dagang laris dagangan cepat laku terjual Di hormati dan Di segani Di sayang kekasih Di sayang suami/istri Di segani kawan/lawan Di sukai masyarakat dihormati masyarakat disayang masyarakat Disayang oleh banyak orang Doa doa agar awet muda doa agar disukai wanita doa agar tubuh bercahaya doa agar tubuh memacarkan aura pengasihan doa agar wajah bercahaya Doa agar wajah berseri-seri Doa agar wajah memancarkan aura pengasihan Doa agar wajah tampan Doa alquran mendapatkan jodoh Doa alquran rejeki melimpah Doa Jodoh doa membuka mata batin Doa nabi yusuf doa ngajak nikah kekasih Doa pelet Doa pengasih pemikat hati lawan jenis Doa pengasihan Doa pengasihan agar disukai wanita Doa pengasihan ayat 15 Doa pengasihan Nabi Sulaiman Doa pengasihan nabi yusuf ayat 31 Doa pengasihan nabi yusuf paling mustajab Doa pengasihan paling ampuh pemikat hati Doa pengasihan tingkat tinggi Doa rejeki dos agar wajah cantik Ilmu asma khodam macan putih Ilmu kewibawaan tingkat tinggi ilmu pelet ilmu pelet bunga mawar Ilmu pelet pengasihan tingkat tinggi ilmu pelet wanita Ilmu pelet wanita jimat semar mesem ilmu pengasihan Ilmu pengasihan adam dan hawa ilmu pengasihan agar pria menarik didepan wanita Ilmu pengasihan agar usaha lancar Ilmu pengasihan Al Fatihah Ilmu pengasihan arjuna celor Ilmu pengasihan arjuna combong Ilmu pengasihan asmara pandangan pertama Ilmu pengasihan aura nabi yusuf Ilmu pengasihan dari kata Adam & Hawa ilmu pengasihan kirim mimpi basah ilmu pengasihan macan putih Ilmu pengasihan Nabi Sulaiman Ilmu pengasihan Nabi Sulaiman menaklukkan hati ilmu pengasihan nabi yusuf paling mustajab Ilmu pengasihan paling ampuh Ilmu pengasihan paling ampuh nabi yusuf Ilmu pengasihan penakluk sukma Ilmu pengasihan puter giling pemikat sukma ilmu pengasihan semar kuning ilmu pengasihan semar melaku Ilmu pengasihan semar mesem Ilmu pengasihan semar nangis ilmu pengasihan semar putih Ilmu pengasihan tepuk bantal ilmu pengasihan tingkat tinggi Jaran goyang ampuh jaran goyang tingkat tinggi Jatuh cinta Jimat ampuh memikat wanita Jimat paling ampuh jimat pemikat hati wanita Jimat semar mesem Kewibawaan Kunci pembuka mata batin maahabbah Mahabah surat Yusuf Mahabbah Mahabbah Al Qur'an Mahabbah cinta Mahabbah khusus Mahabbah pemikat sukma Mahabbah surat Al Fatihah Mahabbah Surat An Naas Mahabbah umum mantra agar kekasih setia mantra agar pasangan tidak selingkuh mantra agar wajah memacarkan aura pengasihan Mantra ampuh Mantra ilmu pelet Mantra ilmu puter giling Mantra jarak jauh Mantra menaklukan wanita mantra mudah mantra pelet Mantra pelet agar pacar setia Mantra pelet agar pacar tidak selingkuh mantra pelet wanita Mantra pemikat hati wanita jarak jauh Mantra pemikat hati wanita tanpa puasa Mantra pemikat wanita Mantra pengasihan Mantra pengasihan arjuna celor Mantra pengasihan arjuna combong mantra pengasihan jaran goyang Mantra pengasihan kata Adam & Hawa Mantra pengasihan penakluk sukma Mantra pengasihan semar kuning Mantra pengasihan semar melaku Mantra pengasihan semar nangis Mantra pengasihan semar putih Mantra semar mesem asli Mantra tanpa puasa Mantra tatapan mata Meluluhkan hati Membalas cinta memikat hati wanita Memikat pria memikat pria dan wanita Memikat wanita Memikat wanita dengan jaran goyang memikat wanita/pria menaklukan hati wanita Menaruh rasa hormat Mendapatkan Jodoh menghilangkan pelet cinta Mengkal ilmu pelet Meningkatkan pembeli menundukan hati wanita pelet baru kenal Pelet belum kenal Pelet cinta Pelet dengan rambut Pelet kirim mimpi basah Pelet lewat foto Pelet mimpi pelet mudah Pelet rindu Pelet sudah di kenal pelet tatapan mata Pelet tepuk bantal Penangkal Pelet cinta penangkal pengasihan Pengasihan pengasihan 100% berhasil Penghapus pelet cinta semar mesem paling ampuh Surat Al Fatihah Surat An Naas Surat At Taubah ayat 128-129 Surat At-Taubah Surat yusuf ayat 31 Surat Yusuf ayat 4 Surat yusuf untuk jodoh Tanda terkena pelet cinta Tanpa jimat Tanpa pelet tanpa puasa tanpa syarat Terkena pelet tes posting Usaha dagang lancar usaha dagang laris manis Wirid Al Fatihah Wirid Al Qur'an Wirid An Naas Wirid At-Taubat

pcash

pcash

JIMAT JUDI AMPUH DAYAK

Arsip Blog

Template information